Apakah Perbedaan Gastritis dan Ulkus Peptikum

apa perbedaan gastritis dan ulkus peptikum


Gastritis dan Ulkus Peptikum adalah sama-sama masalah yang disebabkan oleh meningkatnya asam lambung, sehingga menyebabkan kerusakan pada organ disekitarnya. Gastritis adalah fase awal terjadinya kerusakan jaringan di saluran cerna khususnya lambung.

Ulkus peptikum merupakan keadaan di mana kontinuitas jaringan mukosa lambung terputus dan meluas sampai kebawah jaringan epitel. 

Kerusakan mukosa yang tidak meluas sampai ke bawah epitel dapat disebut juga erosi, walaupun seringkali dianggap juga sebagai tukak.(misalnya tukak karena stress). Ada dua jenis Tukak, yakni Tukak kronik dengan tukak akut.

Menurut definisi, tukak peptik dapat ditemukan pada setiap bagian saluran cerna yang terkena getah asam lambung kita, seperti esofagus, lambung, duodenum, dan setelah gastroduodenal, juga jejunum

Karena aktivitas pencernaan dilambung oleh asam lambung merupakan factor patogenesis yang penting, maka bisa menjadi salah satu penyebab dari banyak faktor terjadinya Ulkus Peptikum.

Apakah Perbedaan Gastritis dan Ulkus Peptikum


MENGENAL ANATOMI LAMBUNG MANUSIA

 

Belajar ANATOMI DAN FISIOLOGI GASTER Lambung

Gambar Anatomi Lambung Manusia 

  1. Esofagus, 
  2. Kardia, 
  3. Fundus, 
  4. Selaput Lendir, 
  5. Lapisan Otot, 
  6. Mukosa Lambung, 
  7. Korpus, 
  8. Antrum Pilorik, 
  9. Pilorus, 
  10. Duodenum

Lambung dalam bahasa Inggris adalah stomach atau ventrikulus. Organ ini menyerupai suatu kantong yang terletak di bawah diafragma, jika dianalogikan lambung manusia menyerupai huruf J. Fungsi utama lambung secara umum adalah tempat di mana makanan dicerna dan sejumlah kecil sari-sari makanan diserap tubuh. 

Lambung manusia dapat dibagi menjadi tiga daerah, yaitu daerah kardia, fundus dan pilorus

  • Kardia adalah bagian atas lambung dan sebagai daerah pintu masuk makanan dari kerongkongan. 
  • Fundus lambung adalah bagian tengah lambung yang berbentuk membulat. 
  • Pilorus adalah bagian lambung yang berada pada bagian bawah, daerah yang berhubungan dengan bagian dari usus kecil, tepatnya usus 12 jari atau duodenum.

Dinding lambung manusia tersusun menjadi empat lapisan, yakni mukosa, submukosa, muscularis, dan serosa. 

  • Mukosa lambung adalah lapisan lambung paling dalam yang bersinggungan dengan makanan yang kita makan. dan fungsinya untuk mengeluarkan berbagai jenis cairan, seperti enzim, asam lambung, dan hormon. Lapisan ini berbentuk seperti palung untuk memperbesar perbandingan antara luas dan volume sehingga memperbanyak volume getah lambung yang dapat dikeluarkan.
  • Lapisan Submukosa ialah lapisan dimana tempatnya pembuluh darah arteri dan vena. fungsinya adalah untuk menyerap nutrisi dan oksigen ke sel-sel disekitar perut sekaligus untuk membawa nutrisi yang diserap, urea, dan karbon dioksida dari sel-sel tersebut. Muscularis adalah lapisan otot yang membantu perut dalam pencernaan mekanis. 
    • Lapisan Submukosa ini dibagi menjadi 3 lapisan otot, yakni otot melingkar, memanjang, dan menyerong. Kontraksi dari ketiga lapisan otot ini mengakibatkan gerakan peristaltik (gerak menggelombang). Gerak peristaltik inilah yang menyebabkan makanan di dalam lambung seperti diaduk-aduk. 
  • Lapisan terluar dai lapisan lambung adalah lapisan serosa yang berfungsi sebagai lapisan pelindung lambung sendiri. Fungsi lapisan ini adalah menghasilkan sejenis cairan untuk mengurangi gaya gesekan yang terjadi antara lambung dengan anggota tubuh lainnya misanya usus dan lainnya.
Perlu kita tahu bahwa di lapisan mukosa lambung terdapat 3 jenis sel yang berfungsi untuk pencernaan, yaitu sel goblet, sel parietal dan sel chief . Berikut penjelasan dari ketiga sel ini:
  • Sel goblet berfungsi untuk memproduksi mucus atau lendir untuk menjaga lapisan terluar sel agar tidak rusak karena enzim pepsin dan asam lambung itu sendiri. 
  • Sel parietal berfungsi untuk memproduksi asam lambung [Hydrochloric acid] yang berguna dalam pengaktifan enzim pepsin. Sel parietal ini memproduksi 1.5 mol dm-3 asam lambung yang membuat tingkat keasaman dalam lambung mencapai pH 2 yang bersifat sangat asam. 
  • Sel chief berfungsi untuk memproduksi pepsinogen, yaitu enzim pepsin dalam bentuk tidak aktif. Sel chief ini memproduksi ensim dalam bentuk tidak aktif agar enzim tersebut tidak mencerna zat protein yang dimiliki oleh sel tersebut yang nerakibat dapat menyebabkan kematian pada sel.
Di bagian dinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar-kelenjar yang menghasilkan getah lambung. Aroma, bentuk, warna, dan selera terhadap makanan secara refleks akan menimbulkan sekresi getah lambung. Getah lambung mengandung asam lambung (HCI), pepsin, musin, dan renin. Asam lambung berperan sebagai pembunuh mikroorganisme dan mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin. 
  • Pepsin adalah enzim yang dapat mengubah protein menjadi molekul yang lebih kecil.
  • Musin merupakan mukosa protein yang gunanya melicinkan makanan didalam lambung. 
  • Enzm Renin merupakan enzim khusus yang hanya terdapat pada mamalia, berperan sebagai kaseinogen menjadi kasein. Kasein (renim susu) digumpalkan oleh Ca2+ dari susu sehingga dapat dicerna oleh pepsin. Tanpa adanya renim susu yang berwujud cair akan lewat begitu saja di dalam lambuing dan usus tanpa sempat dicerna.

BAGAIMANA MEKANISME SISTEM KERJA LAMBUNG MANUSIA


Sistem kerja lambung manusia sangat dipengaruhi oleh kerja Enzim-enzimnya. Sistem kerja enzim lambung secara garis besar adalah sebagai berikut:
Sistem kerja Enzim lambung sangat berguna dalam pelumatan makanan didalam lambung manusia, selain enzim ini pengaruh otot lambung juga sangat vital fungsinya. Karena ototo inilah yang mengubah makanan menjadi semakin lembut menyerupai bubur, tau disebut juga chyme (kim) atau bubur makanan. 
Otot lambung bagian akhir atau pada bagian pilorus bertugas untuk mengatur pengeluaran bubur sari makanan sedikit demi sedikit kedalam duodenum atau pangkal dari usus kecil. Caranya, otot pilorus yang mengarah ke lambung akan relaksasi (mengendur) jika tersentuk kim yang bersifat asam. Sebaliknya, otot pilorus yang mengarah ke duodenum akan berkontraksi (mengerut) jika tersentuh kim.
Jadi, misalnya kim yang bersifat asam tiba di pilorus depan, maka pilorus akan membuka, sehingga makanan lewat. 
Oleh karena makanan asam mengenai pilorus belakang, pilorus menutup. Makanan tersebut dicerna sehingga keasamannya menurun. Makanan yang bersifat basa di belakang pilorus akan merangsang pilorus untuk membuka kembali  Akibatnya, makanan yang asam dari lambung masuk ke duodenum. Demikian seterusnya. Jadi, makanan yang melewati spingter pilorus lambung menuju usus kecil duodenum segumpal demi segumpal agar makanan tersebut dapat dicerna secara efektif setelah 2 sampai 5 jam, lambung akan kosong kembali. 

Kelenjar di lambung tiap hari dapat menghasilkan sekitar 2-3 liter asam lambung, yang merupakan larutan asam klo¬rida yang hampir isotonis dengan pH antara 0,8-1,5, yang mengandung pula enzim pencemaan.

Asam klorida juga akan membunuh bakteri yang terbawa bersama makanan. Pengaturan sekresi getah lambung sangat kompleks. Seperti pada pengaturan motilitas lambung serta pengosongannya.

Post a Comment for "Apakah Perbedaan Gastritis dan Ulkus Peptikum"