TINJAUAN UMUM TENTANG DISCHARGE PLANNING

Pengertian Discharge Planning

Discharge planning didefenisikan sebagai proses sistematis untuk menyiapkan klien meninggalkan tempat pelayanan kesehatan dan untuk melanjutkan perawatan. 

Kunci kesuksesan  “Discharge Planning” ini adalah pertukaran informasi antara klien, pemberi pelayanan keperawatan,  yang bertanggung jawab untuk perawatan klien setelah keluar dari rumah sakit.

Discharge planning pada hakekatnya merupakan bagian dari proses keperawatan. Ini merupakan proses yang melibatkan tim. Tujuan utamanya adalah membantu klien dan keluarga dalam mencapai tingkat kesehatan yang optimal. Selanjutnya discharge planning akan memberikan jaminan terhadap kelanjutan perawatan

Beberapa cara/strategi dalam discharge planning dapat terjadi, masing-masing situasi mempunyai struktur organisasi sendiri, namun demikian discharge planning harus berprinsip pada :

  1. Koordinasi
  2. Interdisiplin
  3. Pengenalan secara dini
  4. Perencanaan yang hati-hati
  5. Melibatkan klien, keluarga dan orang lain yang memberikan perawatan
Burgess (1983) Mendeskripsikan karakteristik indikasi kebutuhan untuk rencana pemulangan formal sebagai berikut :

  • Kurang pengetahuan tentang rencana pengobatan
  • Ketidakstabilan mental dan emosional
  •  Penatalaksanaan perawatan dirumah yang kompleks
  • Kesulitan finansial
Perencanaan pulang dimulai ketika pasien memasuki tatanan perawatan kesehatan. Adalah sangat penting untuk memastikan kesinambungan perawatan dan untuk menentukan tempat pemulangan yang diantisipasi (misalnya : rumah atau fasilitas keperawatan yang terlatih). 

Anda bertanggung jawab untuk merencanakan kesinambungan perawatan antara personel keperawatan, antara pelayanan-pelayanan dalam tatanan perawatan, dan antara tatanan perawatan dan komunitas. 

Perawat juga bertanggung jawab untuk memulai rujukan ke pelayanan komunitas lainnya dan memberikan arahan yang diperlukan bagi pasien/keluarga yang  sedang belajar untuk mempercepat penyembuhan dan meningkatkan keadaan kesehatan

Elemen-elemen pengkajian Discharge Planning menurut Taylor et all :

(1) Data Kesehatan

Usia klien, Jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, riwayat kesehatan lalu,  masalah kesehatan.

(2) Personal data

Ketahui bagaimana perasaan klien tentang pemulangan. Harapan kesembuhan?apakah pemberi perawatan memberikan harapan dan ketakutan?Bagaimana kemampuan penyelesaian masalah pada masa lalu-efektif atau tidak?. Siapa pemberi pelayanan kesehatan selama dirumah?, Apakah pemberi layanan kesehatan tinggal bersama klien?.

(3) Lingkungan

Meliputi rumah dan komunitas. Apakah ada struktur yang membatasi fungsinya seperti tangga untuk klien tua.

(4) Pengetahuan klien/keluarga

Kaji  pengetahuan tentang rancana pengobatan dan efek samping, diagnosa terkait dengan diet, komplikasi dan gejala yang terkait dengan masalah.

Wawancara yang berhasil memiliki 10 unsur pokok :

  1. Pemahaman yang jelas tentang tujuan yang mendasari untuk melakukan wawancara.
  2. Informasi yang diperoleh selama wawancara akan digunakan untuk merumuskan rencana perawatan.
  3. Penelitian pendahuluan atau penelitian latar belakang sebelum memulai wawancara. Menyelidiki status pasien pada saat ini dan sebelumnya. Buat catatan untuk mengidentifikasi hal-hal pokok karena penelitian seringkali membangkitkan pertanyaan-pertanyaan yang harus ditulis sehingga pertanyaan tersebut  tidak hilang. 
  4. Permintaan formal dari pewawancara untuk melakukan wawancara.Meminta secara formal untuk melakukan wawancara merupakan sopan santun dan dapat meningkatkan  interaksi yang positif
  5. Strategi wawancara yang logis. Lengkapi rincian wawancara sesuai dengan tujuan wawancara dengan pasien.
  6. Kalimat pembuka. Kalimat pembuka merupakan sentuhan pertama dari komunikasi  manusia dan rasa percaya dalam hubungan baru ini.
  7. Berbicara dengan lembut dalam usaha wawancara. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang disiapkan dengan menggunakan istilah-istilah yang dipahami klien
Discharge planning pada keluarga

a.   Berdasarkan diagnosa Keperawatan

1)    Kurang volume cairan

Lakukan rehidrasi pada pasien . apabila terjadi dehidrasi maka berikan larutan gula garam dengan cara memasukkan 2 sendok teh gula pasir dan seujung sendok teh garam dapur kedalam 1 gelas air matang, Tetap berikan ASI pada anak yang menyusui.

2)    Kurang nutrisi

Berikan nutrisi yang mengandung cukup kalori, protein, mineral dan vitamin, pada bayi pertahankan pemberian ASI, Dianjurkan anak untuk tidak makan makanan yang mengandung tinggi lemak.

3)    Ganggguan integritas kulit

Jika anak menggunakan popok lakukan penggantian popok dengan sering, mengajarkan kepada orang tua untuk menjaga kebersihan atau hygiene pada daerah sekitar rektum dan memberikan bedak

4)    Kurang pengetahuan keluarga

Memberikan penjelasan tentang masalah yang kurang dipahami atau tidak dimengerti khuhsusnya masalah diare dan mengajarkan dengan cara mendemonstrasikan upaya mengatasi diare khususnya dalam penanganan diare serta cara mencegahnya

b.    Pencegahan diare 

1)    BAB dikakus

2)    Cuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar

3)    Minum air dan makanan yang sudah dimasak

4)    Susui anak selama mungkin, disamping makanan lainnya sesuai umur

5)    Menutup Makanan yang akan disajikan

6)    Menggunakan sumber air minum yang memenuhi syarat

7)    Menjaga kebersihan lingkungan

8)    Menjaga kebersihan diri

9)    Tidak memberikan makanan yang basi kepada anak

c.    Discharge Planning Jika anak terkena diare di rumah

                                    1)      Berikan anak lebih banyak cairan dari yang biasanya.

                                    2)      Berikan makanan yang baru dimasak

                                    3)      Bawa anak ke petugas kesehatan jika anak :

a)    Mengeluarkan banyak tinja

b)    Sangat haus

c)    Tidak makan atau minum secara normal


0 Response to "TINJAUAN UMUM TENTANG DISCHARGE PLANNING"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel